Thursday, July 23, 2015

Mengatasi Urutan Chat pada BBM Group yang Kacau



Bagi sejumlah pengguna fitur BBM group, mungkin pernah mengalami masalah di mana urutan pada chatbox tersebut tak sesuai, seperti adanya user tertentu yang komentarnya selalu tersusun di paling bawah (menjadi komentar terbaru) dan padahal sesudahnya masih ada banyak komentar lainnya yang justru semestinya menempati posisi lebih di bawahnya itu. Contoh kebalikan juga berlaku di sini. Misalkan ada juga komentar dari user tertentu yang bukan selalu tersusun di paling bawah, tetapi justru di atas sejumlah komentar yang semestinya mendahuluinya.

Ada yang mencoba 'mendepak' si user bermasalah keluar dari BBM group, baru di-add ulang lagi. Namun ini tidak menyelesaikan masalah.

Hal yang perlu dipahami sebagai faktor masalah justru ialah terdapatnya ketidakselarasan waktu atau jam yang diterapkan pada masing-masing gadget, sehingga chatbox miilk bersama itu menjadi kacau. Misalkan, waktu asli adalah pukul 20.11, tetapi ada anggota yang jam di gadget-nya lebih cepat 10 menit (pukul.20.21), maka--berdasarkan perbandingan pukul 20.11 dan 20.21--sistem akan selalu menandai 20.21 sebagai komentar terakhir atau komentar terbaru yang layak berada di bawah. Contoh kebalikan berlaku di sini. Ketika ada user yang jam pada gadget-nya lebih lambat 5 menit saja (pukul 20.06), sistem menandai setiap komentar user itu sebagai komentar lebih awal, dan menempatkannya di posisi atas.

Siapa yang akunnya paling berpotensi mengacaukan chatbox? Para user Android yang gemar bermain game secara curang mencuri nyawa, dengan trik menggeser waktu yang ada pada gadget agar lebih cepat satu jam atau satu hari, sehingga dengan lekas memeroleh jatah nyawa harian. Namun ini hanya intermeso dan tidak selalu mutlak di samping adanya ketidaksengajaan yang tentu tak baik bila si user kita salahkan.

Jadi, untuk mengatasi masalah kacaunya chatbox BBM group, selaraskanlah jam di setiap gadget. Mengatifkan fitur otomatis dalam penyesuaian jam pada gadget sangat direkomendasikan. Fitur tersebut akan secara otomatis menerapkan waktu paling tepat berdasarlan zona waktu.




2L, 2015

Wednesday, March 25, 2015

Memahami ‘Misteri’ Cara Kerja Layar Smartphone

Smartphone saya konon lebih canggih, ukuran layarnya pun lebih besar dari yang sebelumnya. Tapi…, mengapa tampilan foto dan teksnya justru menjadi lebih kecil?!
Pernahkah Anda menanyakan pertanyaan seperti yang di atas? Atau…, minimal pernahkah sekadar merasa heran dan memikirkannya dalam hati? Hal tersebut wajar terjadi. Beberapa pengguna mungkin menjadi kecewa, sudah habis uang banyak untuk membeli smartphone canggih, ternyata tetap saja smartphone lama memiliki tampilan yang lebih bagus—dengan asumsi suatu objek yang ditampilkan dalam ukuran semakin besar semakin bagus. Di balik semua itu, sebenarnya tak seburuk yang dipikirkan. Semua ada penjelasannya.
Pertama, perlu diketahui bahwa setiap objek yang muncul pada sebuah layar—tak peduli foto atau teks—dibangun dengan apa yang biasanya kita sebut sebagai pixel—butiran-butiran warna-warni yang berukuran kecil. Dan umumnya masing-masing smartphone memiliki jumlah pixel yang berbeda-beda pada layarnya yang juga memiliki ukuran bervariatif. Semakin canggih serta berkualitasnya sebuah smartphone, maka jumlah pixel yang dimiliki pun semakin banyak, walau ini tidak mutlak. Ukuran serta jarak antar-pixel yang dimiliki masing-masing smartphone juga bisa saja berbeda. Ada yang agak kasar (besar/lebar), yang halus, dan bahkan sangat halus (kecil/rapat), tergantung dari bagaimana besarnya layar yang akan memuat keseluruhan dari jumlah pixel yang ada.
Contoh, ada dua buah smartphone dengan jumlah pixel yang sama, yaitu 1280 x 720 (tinggi layar x lebar layar). Smartphone A memiliki layar sebesar 6 inci, sementara B memiliki layar sebesar 5 inci. Bersebab B memiliki layar yang lebih kecil, maka ketika jumlah pixel 1280 x 720 terisi ke dalam layar, pixel menjadi lebih kecil dan rapat dibanding ketika berada pada layar 6 inci.
Dengan memahami cara kerja pixel pada layar, kita kembali pada masalah pertanyaan di awal tulisan ini. Setiap objek dibangun berdasarkan jumlah pixel tertentu. Misalkan tinggi dari sebuah huruf “A” yang tampil pada sebuah aplikasi terdiri dari 10 pixel, atau tinggi dari sebuah foto terdiri dari 600 pixel, maka dengan sistem dan setting yang sama jumlah pixel itu akan tetap berlaku pada setiap smartphone. Dan oleh sebab ukuran serta jarak per pixel pada setiap smartphone itu berbeda, mata akan menangkap objek yang ditampilkan berbeda ukuran.
Kita kembali membandingkan dua buah smartphone yang berbeda. Smartphone A adalah smartphone yang lebih canggih dan mahal, mengusung layar sebesar 5 inci serta jumlah pixel 1920 x 1080, sedangkan B adalah smartphone model lama, hanya mengusung layar sebesar 3 inci serta jumlah pixel 640 x 360. Ketika sebuah foto yang tingginya terdiri dari 600 pixel ditampilkan pada smartphone B, itu sudah hampir setinggi satu layar dengan jumlah 640 pixel. Sementara bila ditampilkan pada smartphone A, 600 pixel bahkan tidak 1/3 dari jumlah 1920 pixel dari total tinggi satu layar. Kita dapat membayangkan, antara foto yang tampil hampir setinggi layar 3 inci (ukuran diagonal) dan foto yang tampil tidak sampai 1/3 layar 5 inci (ukuran diagonal), mata akan menerjemahkan yang mana satu ditampilkan lebih besar?



Benar! Smartphone model lama berhasil menampilkan foto dengan ukuran lebih besar dibanding smartphone yang canggih serta mahal! Kondisi yang sama juga berlaku pada ‘misteri’ teks yang terlihat lebih kecil ketika berada pada smartphone canggih.
Hal yang menjadi kejanggalan berikutnya adalah bila ternyata objek terlihat lebih besar pada smartphone model lama, lantas apa kelebihan dari jumlah pixel banyak yang diusung smartphone model baru? Kelebihannya jelas banyak. Semisal ketika kita sedang menjalankan suatu video atau game dan lain sebagainya, tampilan smartphone dengan layar ber-pixel banyak akan lebih lembut atau halus, oleh sebab butiran-butiran pixel yang membentuk suatu objek ukurannya lebih kecil dan rapat, sekaligus terdiri dari jumlah yang lebih banyak. Soal foto dan teks yang mengecil, biasanya dipengaruhi oleh aplikasi atau setting yang diterapkan. Kita dapat mengatasinya dengan mengubah setting pada masing-masing aplikasi, walau tidak semua aplikasi menyediakan fitur demikian.
*

Lea Willsen
25 Maret, 2015

Sunday, March 1, 2015

Kelebihan Device BlackBerry Versi Lama





Sejak pihak BlackBerry melepas produk aplikasi eksklusif mereka, BlackBerry Messenger (BBM) menjadi sebuah aplikasi multi device yang memungkinkan untuk dijalankan pada OS Android dan iOS, kelihatannya masyarakat kita mulai berpindah pada Android atau iOS. Bukan tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui, banyak di antara kita yang tentu kurang nyaman dengan kondisi OS BB yang kerap perlu melakukan reboot, seperti mencabut dan memasang ulang baterai, agar performa dari device tersebut tetap terjaga.
Dengan spesifikasi yang seimbang, umumnya BB memiliki harga jual yang lebih tinggi. Atau bisa juga dengan harga yang seimbang, umumnya BB memiliki spesifikasi yang lebih rendah. BB sendiri bukan tidak memiliki senjata untuk menghadapi semua itu, seperti dengan bermunculannya berbagai device dengan OS BB10 yang bahkan memiliki kemampuan untuk menerima berbagai aplikasi Android yang bertipe APK. Hanya saja, BB10 kelihatannya telah kehilangan sesuatu yang berharga, yang hanya ada pada OS BB7 atau yang lebih rendah.
Benar! Sesuatu yang berharga itu tak lain ialah layanan Full BIS, di mana pengguna dapat dengan bebas mengunduh atau mengunggah file seberat apa saja, tanpa harus mengkhawatirkan masalah bengkaknya tagihan terhadap data yang terkuras, kuota yang habis, atau tercapainya batas pemakaian wajar yang selalu diberlakukan para provider bagi paket-paket unlimited yang disediakan. Jadi, BB10 benar-benar mirip seperti Android atau iOS, di mana setiap data yang terpakai ialah memiliki batas kuota, atau tarif-tarif data yang diberlakukan.
Kondisi hilangnya layanan Full BIS pada BB10 tentu tidak berpengaruh pada pengguna BB yang biasanya memang hanya berlangganan layanan chatting, atau pengguna yang kalaupun berlangganan Full BIS tetapi tidak terlalu aktif dan bergantung pada aktivitas-aktivitas daring yang membutuhkan layanan data berskala besar. Jadi, BB10 atau BB7 tidaklah menjadi masalah. Android memiliki daya tarik tinggi, terlebih dengan bermunculannya berbagai device dengan label pada golongan rendah.
Tidak untuk menunjukkan kurang berinovasinya device BB, tetapi lebih ditekankan pada kelebihan-kelebihan device BB ber-OS BB7 yang kurang disadari masyarakat. Lebih sering BB divonis negatif, minim aplikasi, kurang respons, atau senadanya. Namun, keberadaan layanan Full BIS ialah sebuah jawaban mutlak untuk semua kondisi yang disebutkan sebelumnya, mengapa device BB cenderung lebih mahal walau dari segi spesifikasi lebih rendah. BB tidak sekadar berjualan device, tetapi juga menawarkan layanan spesial yang tidak ada pada device merk lain. Dan layanan itu bersifat seumur hidup, dengan catatan selama device masih dapat berjalan secara normal.
Kalaupun pelanggan masih tetap dikenakan biaya bulanan, namun Full BIS tetap lebih unggul dengan tidak diberlakukannya batas pemakaian wajar seperti paket-paket unlimited dari provider. Misalkan saja sebuah batas pemakaian wajar adalah 2GB, maka setelah mencapai batas tersebut kecepatan pun menurun drastis. Sementara Full BIS memberikan kebebasan penuh tanpa adanya penurunan kualitas layanan. Tak peduli apakah sehari hendak menghamburkan 1GB, sebulan 30GB, biaya bulanan yang dikenakan tetap sama. Belum lagi bila dibandingkan dengan tarif reguler paket-paket lain yang dihitung berdasarkan kuota tertentu, berapa biaya yang diperlukan untuk 30GB?!
Jadi, antara OS BB7, Android, dan iOS sebenarnya relatif. Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Tidak menutup kemungkinan juga, untuk masa-masa selanjutnya ketika device BB dengan OS BB7 tak lagi diproduksi, selama layanan Full BIS masih beroperasi, mungkin device lama tersebut akan menjadi gadget yang diburu oleh pengguna tertentu yang menyadari kelebihannya.
Untuk sekarang, pengembangan dari OS BB7 sendiri juga tak lagi dilanjutkan. Negara kita sedang memasuki masa transisi dari layanan 3G menuju 4G, kelihatannya layanan Full BIS tak akan lagi turut meramaikannya, bersebab tak ada lagi device BB 4G yang mendukung layanan Full B IS.
Akankah ke depannya kembali terlahir sebuah layanan yang setangguh Full BIS pada jaringan 4G? Rasanya sulit terealisasikan.


Sumber foto: internet

Wednesday, December 31, 2014

Cara Mengompres Ukuran File Ms Word

Hampir semua dari kita pernah bekerja dengan program Ms Word atau Microsoft Office Word. File yang dihasilkan Ms Word—doc atau docx—mungkin adalah type file yang selama ini dikenal dengan ukurannya yang relatif ringan, sekitar puluhan KB saja. Tetapi, dalam kondisi tertentu, misalkan banyaknya lampiran gambar, file Ms Word bisa saja membengkak menjadi puluhan atau ratusan MB.
Selain memakan banyak ruang penyimpanan, susah ditransfer via internet, juga rawan mengalami kerusakan dan membuat respons komputer menjadi lambat. Untuk itu, di sini kita akan mempelajari cara untuk menurunkan berat file Ms Word hingga setengah, atau lebih (tergantung opsi yang dipilih serta kondisi file bersangkutan).
1.    Buka file bersangkutan.
2.    Klik salah satu foto yang ada.
3.    Perhatikan tab di atas yang biasanya ada File, Insert, Page Layout, dan lainnya, lalu pilih tab Format.
4.    Pada kolom Adjust yang berada paling depan, pilih Compress Pictures.
5.    Sebuah jendela kecil akan terbuka. Pilih All pictures in document untuk Apply to, dan Web/Screen (kualitas web) atau Print (kualitas cetak) untuk Change resolution. Standar untuk kualitas gambar yang tetap terjaga adalah memilih Print. Sementara bila memilih Web/Screen, umumnya kualitas gambar akan menjadi buruk, meskipun tetap berbanding dengan manfaatnya yang lebih mampu menurunkan ukuran file secara drastis dibanding memilih Print.
6.    Klik OK untuk menutup jendela.
7.    Save file.
Silakan cek kembali ukuran file Ms Word Anda. Sudah berkurangkah?!

Monday, December 22, 2014

Cara Menginstal BBM pada Sony Xperia Tipo

BBM for all, agaknya telah memudahkan kita semua untuk saling berkomunikasi, di mana aplikasi tersebut diklaim telah mampu berjalan pada berbagai OS seperti iOS, Android, dan terakhir Windows Phone. Namun, bagi para pengguna Sony Xperia Tipo, mungkin Anda akan mendapati kesulitan dalam menggunakan BBM. Pertama, Anda tidak menemukannya di Play Store/App Store. Kalaupun Anda berhasil menemukannya dan menginstalnya, lagi-lagi aplikasi tidak work. Padahal, dari segi versi OS sudah memenuhi syarat. Apa sebab?

Sebab utama ialah BBM memang tidak tersedia untuk Sony Xperia Tipo. Sebab kedua lebih sederhana, APN Anda tidak memungkinkan BBM untuk terhubung ke jaringan, sehingga sekalipun aplikasi sudah terinstal, proses login BBM pada Sony Xperia Tipo tetap tidak dapat dilakukan. Pada postingan ini terdapat solusi yang boleh Anda coba, dan umumnya berhasil.

  1. Penulis beranggapan Anda belum berhasil menginstal BBM, jadi tutorial ini dimulai dari yang paling mendasar. Bila pun Anda telah berhasil menginstal BBM (dari sumber lain), tetap sebaiknya Anda menghapusnya, kemudian instal sesuai petunjuk di sini. Kunjungi APK4Fun, dan download BBM dalam bentuk file APK. Disarankan Anda memilih men-download-nya dengan link Download APK from Zippyshare yang tersedia di sana.
  2. Setelah proses download selesai, jalankan APK untuk menginstal BBM. Usai pengintalasian, aplikasi jangan dijalankan dulu.
  3. Masuk ke Setelan > Selengkapnya > Jaringan mobile. Untuk Mode Jaringan, pastikan Anda memilih WCDMA saja. Dan untuk Nama Titik Akses, hapus Proxy dari APN yang Anda gunakan, tak peduli provider apa pun itu. Bila Anda ragu, Anda boleh mencatatnya terlebih dulu sebelum dihapus.
  4. Jalankan BBM, dan bila ketiga step di atas diterapkan secara benar, kini BBM Anda sudah siap digunakan.


Penting! Anda tak boleh menggunakan APK aplikasi BBM hasil modifikasi lain, karena APK BBM yang diperlukan adalah APK tanpa modifikasi yang tersedia di APK4Fun.

Saturday, December 20, 2014

Tips Menentukan Smartphone yang Sesuai

Tren gadget menawarkan banyak pilihan untuk kita, baik dari segi merek, tipe, hingga spesifikasi dan harga yang variatif. Namun, terkadang banyaknya pilihan ternyata tidak membuat kita mudah menemukan gadget yang sesuai keinginan, justru sebaliknya merasa bingung. Bila membeli ponsel di masa lalu cukup dengan mendatangi toko ponsel dan menunjuk salah satu yang diminati. Kini—ketika ponsel tidak lagi sekadar ponsel—kita sering kali dihadapkan pada pilihan atau keraguan, smartphone A atau B yang lebih bagus.

Banyak dari kita yang mungkin membandingkan smartphone dengan search langsung di Google, kemudian membuka beberapa tab secara bersamaan, baru kemudian bolak-balik antara satu tab ke tab yang lain sembari mengamati satu demi satu spesifikasi yang dipaparkan. Beruntung bila urutan data spesifikasi yang ditampilkan setiap halaman sama, misalkan setelah OS, maka processor, kemudian memori dan seterusnya sama. Dan terkadang ketika urutan data tersebut ternyata tidak sama, sudah tentu kita akan semakin repot membandingkan spesifikasi kedua—atau beberapa—smartphone tersebut.

Namun, sebenarnya kita tak perlu direpotkan oleh hal-hal yang dijelaskan di atas. Situs GSMArena memungkinkan kita untuk menampilkan data spesifikasi dua buah smartphone sekaligus—dengan urutan data spesifikasi yang sama tentunya—dalam satu halaman, sehingga kita cukup mencocokkan keduanya tanpa harus bolak-balik antar-tab. Fitur ini disebut compare, di mana kita cukup mengetikkan tipe dua jenis smartphone pada kedua kolom yang tersedia, maka situs akan secara otomatis menampilkan detail data spesifikasi keduanya.

1. Masuk ke GSMArena.

2. Klik Compare.

3. Masukkan tipe smartphone pertama pada kolom pertama yang ada di bawah, lalu klik Search, dan masukkan lagi tipe smartphone kedua pada kolom kedua yang ada di sebelah kanan, lalu klik Search.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat video demo berikut:


Monday, December 15, 2014

Cara Sederhana Mengatasi Masalah Aplikasi Android

Mungkin banyak di antara kita yang belum apa-apa sudah keburu panik setiap mendapati masalah pada aplikasi Android, kemudian dibawa ke teknisi. Di sisi lain, mungkin kita juga memvonis, oh, ternyata gadget Android itu banyak masalahnya--mudah rusak!

Padahal, tidak demikian. Berdasarkan uji coba penulis untuk beberapa OS, Android justru adalah OS yang bandel. Kalaupun satu atau dua aplikasi bermasalah, itu bukan berarti rusak. Selama tidak ada kerusakan hardware atau OS--akibat perombakan tidak teratur yang dilakukan user sendiri--masalah pada aplikasi Android bisa diatasi cukup setelah menit!

Apa yang dimaksudkan masalah pada aplikasi?

Masalah bisa mencakup banyak hal, apakah itu BBM tidak bisa login, Camera360 tidak terbuka, atau browser yang tidak terhubung ke jaringan (padahal aplikasi lain lancar terhubung ke jaringan), icon yang hilang, dan apa pun itu. Tak peduli aplikasi apa pun, dan setiap ada respons atau kinerja yang tidak semestinya, berarti kita bisa mencoba cara sederhana dari artikel ini untuk memulihkannya.

Hal pertama, cobalah masuk ke Setelan > Aplikasi > nama aplikasi bersangkutan. Selanjutnya, tap Hapus cache.

Coba cek apakah aplikasi sudah pulih atau belum. Jika setelah hapus cache masalah belum terselesaikan, masuk lagi ke Setelan > Aplikasi > nama aplikasi bersangkutan. Kali ini tap Berhenti paksa.

Cek lagi aplikasi bersangkutan, sudah pulih atau belum. Jika tetap belum, cara yang lebih 'ekstrem' terpaksa perlu dilakukan. Kembali ke Setelan > Aplikasi > nama aplikasi bersangkutan. Tap Hapus data.

Penting! Dengan menghapus data, maka aplikasi kita akan di-reset kembali seperti pertama diinstal. Jika itu browser, maka setiap bookmark dan history akan hilang. Jika itu game, setiap kemajuan yang telah tercapai juga hilang. Ada juga yang mungkin akan kembali meminta mengunduh sejumlah data yang dibutuhkan (khusus game HD biasanya). Namun, umumnya dengan menghapus data hampir semua masalah aplikasi error terselesaikan. Ya, setidaknya tak perlu habis biaya perbaikan untuk seorang teknisi (jika masalah terselesaikan).

Jika aplikasi tetap tidak pulih, kecurigaan berikutnya adalah mungkin bukan aplikasi yang error, bisa itu masalah hardware, OS, atau server dari provider (bila masalah adalah gangguan koneksi). Jalan terakhir yang tersisa--sebelum terpaksa diserahkan ke teknisi--ialah instal ulang aplikasi.

Andai masalah ada pada OS, sebenarnya masih ada satu cara yang bisa dilakukan sendiri, yaitu flash Android bersangkutan. Namun, untuk yang satu ini penulis benar-benar tidak menganjurkannya bagi pengguna yang tidak terampil di bidang teknologi. Jadi, artikel cukup sampai di sini. Semoga bermanfaat!