Showing posts with label Smartphone. Show all posts
Showing posts with label Smartphone. Show all posts

Wednesday, March 25, 2015

Memahami ‘Misteri’ Cara Kerja Layar Smartphone

Smartphone saya konon lebih canggih, ukuran layarnya pun lebih besar dari yang sebelumnya. Tapi…, mengapa tampilan foto dan teksnya justru menjadi lebih kecil?!
Pernahkah Anda menanyakan pertanyaan seperti yang di atas? Atau…, minimal pernahkah sekadar merasa heran dan memikirkannya dalam hati? Hal tersebut wajar terjadi. Beberapa pengguna mungkin menjadi kecewa, sudah habis uang banyak untuk membeli smartphone canggih, ternyata tetap saja smartphone lama memiliki tampilan yang lebih bagus—dengan asumsi suatu objek yang ditampilkan dalam ukuran semakin besar semakin bagus. Di balik semua itu, sebenarnya tak seburuk yang dipikirkan. Semua ada penjelasannya.
Pertama, perlu diketahui bahwa setiap objek yang muncul pada sebuah layar—tak peduli foto atau teks—dibangun dengan apa yang biasanya kita sebut sebagai pixel—butiran-butiran warna-warni yang berukuran kecil. Dan umumnya masing-masing smartphone memiliki jumlah pixel yang berbeda-beda pada layarnya yang juga memiliki ukuran bervariatif. Semakin canggih serta berkualitasnya sebuah smartphone, maka jumlah pixel yang dimiliki pun semakin banyak, walau ini tidak mutlak. Ukuran serta jarak antar-pixel yang dimiliki masing-masing smartphone juga bisa saja berbeda. Ada yang agak kasar (besar/lebar), yang halus, dan bahkan sangat halus (kecil/rapat), tergantung dari bagaimana besarnya layar yang akan memuat keseluruhan dari jumlah pixel yang ada.
Contoh, ada dua buah smartphone dengan jumlah pixel yang sama, yaitu 1280 x 720 (tinggi layar x lebar layar). Smartphone A memiliki layar sebesar 6 inci, sementara B memiliki layar sebesar 5 inci. Bersebab B memiliki layar yang lebih kecil, maka ketika jumlah pixel 1280 x 720 terisi ke dalam layar, pixel menjadi lebih kecil dan rapat dibanding ketika berada pada layar 6 inci.
Dengan memahami cara kerja pixel pada layar, kita kembali pada masalah pertanyaan di awal tulisan ini. Setiap objek dibangun berdasarkan jumlah pixel tertentu. Misalkan tinggi dari sebuah huruf “A” yang tampil pada sebuah aplikasi terdiri dari 10 pixel, atau tinggi dari sebuah foto terdiri dari 600 pixel, maka dengan sistem dan setting yang sama jumlah pixel itu akan tetap berlaku pada setiap smartphone. Dan oleh sebab ukuran serta jarak per pixel pada setiap smartphone itu berbeda, mata akan menangkap objek yang ditampilkan berbeda ukuran.
Kita kembali membandingkan dua buah smartphone yang berbeda. Smartphone A adalah smartphone yang lebih canggih dan mahal, mengusung layar sebesar 5 inci serta jumlah pixel 1920 x 1080, sedangkan B adalah smartphone model lama, hanya mengusung layar sebesar 3 inci serta jumlah pixel 640 x 360. Ketika sebuah foto yang tingginya terdiri dari 600 pixel ditampilkan pada smartphone B, itu sudah hampir setinggi satu layar dengan jumlah 640 pixel. Sementara bila ditampilkan pada smartphone A, 600 pixel bahkan tidak 1/3 dari jumlah 1920 pixel dari total tinggi satu layar. Kita dapat membayangkan, antara foto yang tampil hampir setinggi layar 3 inci (ukuran diagonal) dan foto yang tampil tidak sampai 1/3 layar 5 inci (ukuran diagonal), mata akan menerjemahkan yang mana satu ditampilkan lebih besar?



Benar! Smartphone model lama berhasil menampilkan foto dengan ukuran lebih besar dibanding smartphone yang canggih serta mahal! Kondisi yang sama juga berlaku pada ‘misteri’ teks yang terlihat lebih kecil ketika berada pada smartphone canggih.
Hal yang menjadi kejanggalan berikutnya adalah bila ternyata objek terlihat lebih besar pada smartphone model lama, lantas apa kelebihan dari jumlah pixel banyak yang diusung smartphone model baru? Kelebihannya jelas banyak. Semisal ketika kita sedang menjalankan suatu video atau game dan lain sebagainya, tampilan smartphone dengan layar ber-pixel banyak akan lebih lembut atau halus, oleh sebab butiran-butiran pixel yang membentuk suatu objek ukurannya lebih kecil dan rapat, sekaligus terdiri dari jumlah yang lebih banyak. Soal foto dan teks yang mengecil, biasanya dipengaruhi oleh aplikasi atau setting yang diterapkan. Kita dapat mengatasinya dengan mengubah setting pada masing-masing aplikasi, walau tidak semua aplikasi menyediakan fitur demikian.
*

Lea Willsen
25 Maret, 2015

Sunday, March 1, 2015

Kelebihan Device BlackBerry Versi Lama





Sejak pihak BlackBerry melepas produk aplikasi eksklusif mereka, BlackBerry Messenger (BBM) menjadi sebuah aplikasi multi device yang memungkinkan untuk dijalankan pada OS Android dan iOS, kelihatannya masyarakat kita mulai berpindah pada Android atau iOS. Bukan tanpa alasan. Seperti yang kita ketahui, banyak di antara kita yang tentu kurang nyaman dengan kondisi OS BB yang kerap perlu melakukan reboot, seperti mencabut dan memasang ulang baterai, agar performa dari device tersebut tetap terjaga.
Dengan spesifikasi yang seimbang, umumnya BB memiliki harga jual yang lebih tinggi. Atau bisa juga dengan harga yang seimbang, umumnya BB memiliki spesifikasi yang lebih rendah. BB sendiri bukan tidak memiliki senjata untuk menghadapi semua itu, seperti dengan bermunculannya berbagai device dengan OS BB10 yang bahkan memiliki kemampuan untuk menerima berbagai aplikasi Android yang bertipe APK. Hanya saja, BB10 kelihatannya telah kehilangan sesuatu yang berharga, yang hanya ada pada OS BB7 atau yang lebih rendah.
Benar! Sesuatu yang berharga itu tak lain ialah layanan Full BIS, di mana pengguna dapat dengan bebas mengunduh atau mengunggah file seberat apa saja, tanpa harus mengkhawatirkan masalah bengkaknya tagihan terhadap data yang terkuras, kuota yang habis, atau tercapainya batas pemakaian wajar yang selalu diberlakukan para provider bagi paket-paket unlimited yang disediakan. Jadi, BB10 benar-benar mirip seperti Android atau iOS, di mana setiap data yang terpakai ialah memiliki batas kuota, atau tarif-tarif data yang diberlakukan.
Kondisi hilangnya layanan Full BIS pada BB10 tentu tidak berpengaruh pada pengguna BB yang biasanya memang hanya berlangganan layanan chatting, atau pengguna yang kalaupun berlangganan Full BIS tetapi tidak terlalu aktif dan bergantung pada aktivitas-aktivitas daring yang membutuhkan layanan data berskala besar. Jadi, BB10 atau BB7 tidaklah menjadi masalah. Android memiliki daya tarik tinggi, terlebih dengan bermunculannya berbagai device dengan label pada golongan rendah.
Tidak untuk menunjukkan kurang berinovasinya device BB, tetapi lebih ditekankan pada kelebihan-kelebihan device BB ber-OS BB7 yang kurang disadari masyarakat. Lebih sering BB divonis negatif, minim aplikasi, kurang respons, atau senadanya. Namun, keberadaan layanan Full BIS ialah sebuah jawaban mutlak untuk semua kondisi yang disebutkan sebelumnya, mengapa device BB cenderung lebih mahal walau dari segi spesifikasi lebih rendah. BB tidak sekadar berjualan device, tetapi juga menawarkan layanan spesial yang tidak ada pada device merk lain. Dan layanan itu bersifat seumur hidup, dengan catatan selama device masih dapat berjalan secara normal.
Kalaupun pelanggan masih tetap dikenakan biaya bulanan, namun Full BIS tetap lebih unggul dengan tidak diberlakukannya batas pemakaian wajar seperti paket-paket unlimited dari provider. Misalkan saja sebuah batas pemakaian wajar adalah 2GB, maka setelah mencapai batas tersebut kecepatan pun menurun drastis. Sementara Full BIS memberikan kebebasan penuh tanpa adanya penurunan kualitas layanan. Tak peduli apakah sehari hendak menghamburkan 1GB, sebulan 30GB, biaya bulanan yang dikenakan tetap sama. Belum lagi bila dibandingkan dengan tarif reguler paket-paket lain yang dihitung berdasarkan kuota tertentu, berapa biaya yang diperlukan untuk 30GB?!
Jadi, antara OS BB7, Android, dan iOS sebenarnya relatif. Masing-masing memiliki kelebihan tersendiri. Tidak menutup kemungkinan juga, untuk masa-masa selanjutnya ketika device BB dengan OS BB7 tak lagi diproduksi, selama layanan Full BIS masih beroperasi, mungkin device lama tersebut akan menjadi gadget yang diburu oleh pengguna tertentu yang menyadari kelebihannya.
Untuk sekarang, pengembangan dari OS BB7 sendiri juga tak lagi dilanjutkan. Negara kita sedang memasuki masa transisi dari layanan 3G menuju 4G, kelihatannya layanan Full BIS tak akan lagi turut meramaikannya, bersebab tak ada lagi device BB 4G yang mendukung layanan Full B IS.
Akankah ke depannya kembali terlahir sebuah layanan yang setangguh Full BIS pada jaringan 4G? Rasanya sulit terealisasikan.


Sumber foto: internet

Monday, December 22, 2014

Cara Menginstal BBM pada Sony Xperia Tipo

BBM for all, agaknya telah memudahkan kita semua untuk saling berkomunikasi, di mana aplikasi tersebut diklaim telah mampu berjalan pada berbagai OS seperti iOS, Android, dan terakhir Windows Phone. Namun, bagi para pengguna Sony Xperia Tipo, mungkin Anda akan mendapati kesulitan dalam menggunakan BBM. Pertama, Anda tidak menemukannya di Play Store/App Store. Kalaupun Anda berhasil menemukannya dan menginstalnya, lagi-lagi aplikasi tidak work. Padahal, dari segi versi OS sudah memenuhi syarat. Apa sebab?

Sebab utama ialah BBM memang tidak tersedia untuk Sony Xperia Tipo. Sebab kedua lebih sederhana, APN Anda tidak memungkinkan BBM untuk terhubung ke jaringan, sehingga sekalipun aplikasi sudah terinstal, proses login BBM pada Sony Xperia Tipo tetap tidak dapat dilakukan. Pada postingan ini terdapat solusi yang boleh Anda coba, dan umumnya berhasil.

  1. Penulis beranggapan Anda belum berhasil menginstal BBM, jadi tutorial ini dimulai dari yang paling mendasar. Bila pun Anda telah berhasil menginstal BBM (dari sumber lain), tetap sebaiknya Anda menghapusnya, kemudian instal sesuai petunjuk di sini. Kunjungi APK4Fun, dan download BBM dalam bentuk file APK. Disarankan Anda memilih men-download-nya dengan link Download APK from Zippyshare yang tersedia di sana.
  2. Setelah proses download selesai, jalankan APK untuk menginstal BBM. Usai pengintalasian, aplikasi jangan dijalankan dulu.
  3. Masuk ke Setelan > Selengkapnya > Jaringan mobile. Untuk Mode Jaringan, pastikan Anda memilih WCDMA saja. Dan untuk Nama Titik Akses, hapus Proxy dari APN yang Anda gunakan, tak peduli provider apa pun itu. Bila Anda ragu, Anda boleh mencatatnya terlebih dulu sebelum dihapus.
  4. Jalankan BBM, dan bila ketiga step di atas diterapkan secara benar, kini BBM Anda sudah siap digunakan.


Penting! Anda tak boleh menggunakan APK aplikasi BBM hasil modifikasi lain, karena APK BBM yang diperlukan adalah APK tanpa modifikasi yang tersedia di APK4Fun.

Saturday, December 20, 2014

Tips Menentukan Smartphone yang Sesuai

Tren gadget menawarkan banyak pilihan untuk kita, baik dari segi merek, tipe, hingga spesifikasi dan harga yang variatif. Namun, terkadang banyaknya pilihan ternyata tidak membuat kita mudah menemukan gadget yang sesuai keinginan, justru sebaliknya merasa bingung. Bila membeli ponsel di masa lalu cukup dengan mendatangi toko ponsel dan menunjuk salah satu yang diminati. Kini—ketika ponsel tidak lagi sekadar ponsel—kita sering kali dihadapkan pada pilihan atau keraguan, smartphone A atau B yang lebih bagus.

Banyak dari kita yang mungkin membandingkan smartphone dengan search langsung di Google, kemudian membuka beberapa tab secara bersamaan, baru kemudian bolak-balik antara satu tab ke tab yang lain sembari mengamati satu demi satu spesifikasi yang dipaparkan. Beruntung bila urutan data spesifikasi yang ditampilkan setiap halaman sama, misalkan setelah OS, maka processor, kemudian memori dan seterusnya sama. Dan terkadang ketika urutan data tersebut ternyata tidak sama, sudah tentu kita akan semakin repot membandingkan spesifikasi kedua—atau beberapa—smartphone tersebut.

Namun, sebenarnya kita tak perlu direpotkan oleh hal-hal yang dijelaskan di atas. Situs GSMArena memungkinkan kita untuk menampilkan data spesifikasi dua buah smartphone sekaligus—dengan urutan data spesifikasi yang sama tentunya—dalam satu halaman, sehingga kita cukup mencocokkan keduanya tanpa harus bolak-balik antar-tab. Fitur ini disebut compare, di mana kita cukup mengetikkan tipe dua jenis smartphone pada kedua kolom yang tersedia, maka situs akan secara otomatis menampilkan detail data spesifikasi keduanya.

1. Masuk ke GSMArena.

2. Klik Compare.

3. Masukkan tipe smartphone pertama pada kolom pertama yang ada di bawah, lalu klik Search, dan masukkan lagi tipe smartphone kedua pada kolom kedua yang ada di sebelah kanan, lalu klik Search.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat video demo berikut:


Monday, December 15, 2014

Cara Sederhana Mengatasi Masalah Aplikasi Android

Mungkin banyak di antara kita yang belum apa-apa sudah keburu panik setiap mendapati masalah pada aplikasi Android, kemudian dibawa ke teknisi. Di sisi lain, mungkin kita juga memvonis, oh, ternyata gadget Android itu banyak masalahnya--mudah rusak!

Padahal, tidak demikian. Berdasarkan uji coba penulis untuk beberapa OS, Android justru adalah OS yang bandel. Kalaupun satu atau dua aplikasi bermasalah, itu bukan berarti rusak. Selama tidak ada kerusakan hardware atau OS--akibat perombakan tidak teratur yang dilakukan user sendiri--masalah pada aplikasi Android bisa diatasi cukup setelah menit!

Apa yang dimaksudkan masalah pada aplikasi?

Masalah bisa mencakup banyak hal, apakah itu BBM tidak bisa login, Camera360 tidak terbuka, atau browser yang tidak terhubung ke jaringan (padahal aplikasi lain lancar terhubung ke jaringan), icon yang hilang, dan apa pun itu. Tak peduli aplikasi apa pun, dan setiap ada respons atau kinerja yang tidak semestinya, berarti kita bisa mencoba cara sederhana dari artikel ini untuk memulihkannya.

Hal pertama, cobalah masuk ke Setelan > Aplikasi > nama aplikasi bersangkutan. Selanjutnya, tap Hapus cache.

Coba cek apakah aplikasi sudah pulih atau belum. Jika setelah hapus cache masalah belum terselesaikan, masuk lagi ke Setelan > Aplikasi > nama aplikasi bersangkutan. Kali ini tap Berhenti paksa.

Cek lagi aplikasi bersangkutan, sudah pulih atau belum. Jika tetap belum, cara yang lebih 'ekstrem' terpaksa perlu dilakukan. Kembali ke Setelan > Aplikasi > nama aplikasi bersangkutan. Tap Hapus data.

Penting! Dengan menghapus data, maka aplikasi kita akan di-reset kembali seperti pertama diinstal. Jika itu browser, maka setiap bookmark dan history akan hilang. Jika itu game, setiap kemajuan yang telah tercapai juga hilang. Ada juga yang mungkin akan kembali meminta mengunduh sejumlah data yang dibutuhkan (khusus game HD biasanya). Namun, umumnya dengan menghapus data hampir semua masalah aplikasi error terselesaikan. Ya, setidaknya tak perlu habis biaya perbaikan untuk seorang teknisi (jika masalah terselesaikan).

Jika aplikasi tetap tidak pulih, kecurigaan berikutnya adalah mungkin bukan aplikasi yang error, bisa itu masalah hardware, OS, atau server dari provider (bila masalah adalah gangguan koneksi). Jalan terakhir yang tersisa--sebelum terpaksa diserahkan ke teknisi--ialah instal ulang aplikasi.

Andai masalah ada pada OS, sebenarnya masih ada satu cara yang bisa dilakukan sendiri, yaitu flash Android bersangkutan. Namun, untuk yang satu ini penulis benar-benar tidak menganjurkannya bagi pengguna yang tidak terampil di bidang teknologi. Jadi, artikel cukup sampai di sini. Semoga bermanfaat!

Monday, December 8, 2014

Review Game Dunia Online: Intro



Sumber foto: fanspage


Tak berlebihan apabila kita menyebut Android sebagai raja dari mobile game. Dari berbagai game terkenal seperti Final Fantasy, kemudian yang berbasis online, yang memiliki kualitas grafis super mencengangkan, hingga yang sederhana seperti puzzle, bahkan yang klasik seperti tetris yang pertama kali diperkenalkan oleh Alexey Pajitnov pada tahun 1985.
Di samping itu, dengan berbagai aplikasi emulator, Android juga mampu menjalankan ribuan atau bahkan jutaan judul game yang dikembangkan pada berbagai console legendaris dari masa ke masa, seperti Nintendo, PlayStation (PSX/PSOne), PlayStation Portable (PSP), dan masih banyak lagi. Ya, meskipun sedikit disesalkan, karena beberapa emulator hanya akan berjalan dengan adanya sebuah file BIOS dari console bersangkutan, yang berarti dianggap ilegal oleh sejumlah pihak.
Satu sisi kita mempertimbangkan potensi serta sumbangsih besar Android pada perkembangan dunia video game modern, sisi lain kita juga sulit untuk tidak mengakui bahwa game merupakan salah satu bagian penting Android yang turut mendongkraknya menjadi sebuah OS pemimpin pasar. Intinya adalah antara OS Android dan aplikasi game adalah dua hal yang mutualisme. Dan untuk itu, aplikasi yang akan kita bahas di postingan kali ini ialah sebuah aplikasi permainan.
Kita tidak akan membahas aplikasi yang hanya kompatibel pada perangkat tertentu, oleh sebab system requirement yang terlalu tinggi. Yang akan kita bahas ialah yang tidak membutuhkan system requirement tinggi—agar kita semua berkesempatan mencobanya—tetapi menawarkan pengalaman permainan yang mengasyikkan. Aplikasi permainan ini berjudul Dunia Online.

Lanjut baca review Dunia Online pada sub judul:

3 Metode Tethering Android

Tethering adalah sebuah fitur smartphone berbasis OS Android yang memungkinkan kita untuk berbagi koneksi dengan perangkat lain, baik itu sesama smartphone, atau komputer/laptop. Bila meminjam istilah lama, tethering bisa mengandung arti menggunakan Android sebagai modem.
Terdapat 3 metode tethering yang dimiliki Android, yaitu: USB tethering; hotspot Wi-Fi portable; bluetooth tethering. Cara kerja ketiga metode tethering tergolong sederhana. Bila menggunakan metode USB, maka kedua perangkat harus dihubungkan dengan kabel data (kabel USB) terlebih dulu. Demikian juga dengan dua metode lainnya, kita harus menghubungkan kedua perangkat baik dengan Wi-Fi atau bluetooth.
Untuk menyiapkan tethering, cukup masuk ke Setelan>Selengkapnya>Tethering & hotspot portable. Anda akan menemukan tiga metode yang tersedia. Centang salah satu. Khusus untuk USB, opsi hanya dapat dicentang apabila kabel telah terhubung secara baik.
Centang salah satu

Penting juga untuk Anda ketahui. Banyak persepsi salah yang mengira Android dapat difungsikan sebagai Wi-Fi dan memberikan layanan jaringan secara gratis. Tidak demikian. Tethering juga berbayar. Misalkan Anda mengaktifkan USB tethering dari Android untuk sebuah laptop, maka laptop bersangkutan memang dapat surfing gratis, tetapi dengan catatan biaya data diberatkan pada smartphone Android.

Thursday, December 4, 2014

Review: Mini Wireless Keyboard

Netter, pada kesempatan kali ini kita akan melakukan review terhadap sebuah hardware berupa mini wireless keyboard yang kompatibel untuk digunakan pada laptop, desktop, tablet, projector,maupun smart TV, baik yang menggunakan OS Windows, Mac, Linux, atau Android. Di sini, produk yang digunakan penulis adalah merek iPazzPort, model KP-810-19, keluaran Hongkong.

iPazzPort, model KP-810-19. Sumber foto: ipazzport.com

Sedikit kronologi, barang ini kebetulan adalah pemberian paman penulis—seorang dosen—yang berdomisili di Hongkong. Namun, barang sejenis—meskipun mungkin dengan merek atau model yang berbeda—juga bisa dibeli di Indonesia, dengan kisaran harga 390.000 sampai 900.000 rupiah, tergantung spesifikasi. Untuk lebih jelasnya Anda boleh cek langsung di webstore Amazon atau Lazada, atau tanyakan langsung pada penjual langganan Anda.

My iPazzPort Mini Wireless Keyboard
Sesuai namanya, hardware ini berfungsi sebagai keyboard, dan juga mampu mengontrol gerakan dari pointer mouse melalui sebuah pad berukuran kecil yang ada di sisi kanan. Beberapa produk dengan merek dan model lain bisa saja memiliki struktur yang berbeda, ataupun kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Pad di sisi kanan untuk mengendalikan pointer. Sumber foto: ipazzport.com
 
Untuk cara instalasi, pada sejumlah model mini wireless keyboard modern sudah mendukung plug and play, yang berarti pengguna tidak lagi harus repot-repot melakukan instalasi driver atau software pendukung lainnya. Begitu colok, hardware dapat langsung dihidupkan dan digunakan layaknya keyboard dan mouse pada umumnya. Sebagai perangkat wireless (tanpa kabel), apa yang dicolok pada komputer/laptop hanya berupa sebuah USB dongle—benda berukuran sangat kecil yang berfungsi sebagai konektor antara hardware dan komputer/laptop. Untuk pasokan daya bagi mini wireless keyboard sendiri, menggunakan dua buah baterai model 3A, atau yang biasanya digunakan untuk remote televisi dan perangkat audio.

Sebelum dicolok, USB gongle tersimpan di balik kover baterai. Sumber foto: i.ebayimg.com
Berbekal dua buah baterai model 3A, rata-rata mini wireless keyboard memiliki masa standby selama 3 bulan, sebelum kemudian Anda harus menggantinya dengan baterai baru, atau melakukan pengisian ulang terhadap baterai yang sudah habis daya. Namun, hal yang harus Anda perhatikan adalah tidak semua baterai 3A dapat melakukan pengisian daya ulang, kecuali yang memang diproduksi dengan dukungan rechargeable. Baterai 3A rechargeable memiliki harga sedikit lebih mahal dibanding 3A biasa, berkisar 45.000 rupiah. Untuk charge yang digunakan, ada yang sudah sepaket dengan mini wireless keyboard, atau Anda dapat membelinya secara terpisah (jika tidak sepaket). Kalau yang satu ini, 7 tahun lalu harganya berkisar 50.000 rupiah, tidak termasuk baterai rechargeable. Sekarang berkisar 100.000 ribu rupiah.

Charge. Sumber foto: tokoone.com
Seberapa dibutuhkankah sebuah mini wireless keyboard? Ya, pada dasarnya mini wireless keyboard memang bukan hardware wajib untuk sebuah komputer/laptop, apalagi kita semua tentu telah memiliki keyboard dan mouse—atau keypad—untuk melakukan berbagai aktivitas bersama komputer/laptop. Namun, jangan buru-buru memvonis hardware ini sia-sia belaka. Dalam kondisi tertentu, dengan ukurannya yang relatif mungil, nyaman digenggaman maupun disimpan di kantong, respons baik tanpa delay, dan yang pasti fiturnya yang lengkap serta jangkauannya yang mampu mencapai 10 meter, mini wireless keyboard akan sangat bermanfaat, bahkan melebihi manfaat dari sebuah keyboard atau mouse klasik.

Spesifikasi. Sumber foto: ipazzport.com
Untuk kepentingan gaming atau multimedia, baik menonton film atau mendengarkan musik melalui komputer/laptop, kini Anda tak harus menempel di depan monitor lagi. Menyetel volume, next, stop, skip, dan perintah-perintah umum lainnya juga dapat dilakukan hanya dengan mini wireless keyboard. Selain itu—seperti yang dijelaskan sebelumnya—mini wireless keyboard juga kompatibel digunakan pada smart TV, tablet, dan juga proyektor. Untuk kepentingan presentasi seperti mengganti tampilan pada monitor, menunjuk suatu objek atau coret-coret—seperti yang sering dilakukan Mario Teguh—mini wireless keyboard juga dapat diandalkan.

Menawarkan multi fungsi. Sumber foto: ipazzport.com
 
Sedikit kekurangan mungkin hanya terletak pada tombol qwerty yang kurang empuk, sehingga kurang cocok digunakan untuk mengetik dalam kecepatan tinggi. Meskipun demikian, mini wireless keyboard akan sangat bermanfaat sebagai sebuah keyboard alternatif, atau alat pendukung yang mana tahu sewaktu-waktu akan sangat dibutuhkan.
Fitur tambahan yang ada pada KP-810-19 ialah flashlight yang terdapat di bagian sisi kanan body. Overall, mini wireless keyboard cukup bermanfaat!

Reviewer: Lea Willsen

Friday, November 29, 2013

Review untuk BlackBerry Messenger Versi 8


Setelah sekian lama berstatus beta, akhirnya kini BlackBerry smartphone telah meluncurkan aplikasi BlackBerry Messenger versi 8! Apa yang baru? Hmm…, rasanya tentu Anda tak sabar lagi untuk mengujinya. Baiklah, langsung kita bahas lebih mendetail!
BlackBerry Messenger atau yang lebih sering disebut BBM, dalam versi terbarunya ini menawarkan sebuah fitur baru, yaitu disebut sebagai channel. Fitur baru channel tak jauh berbeda dari page yang ditawarkan oleh situs jejaring sosial terkemuka, Facebook, di mana sebagai seorang pengelola kita dapat mengumpulkan pengikut, serta menerbitkan berbagai postingan baik tulisan atau gambar. Uniknya, di sini kita juga dapat memeroleh atau memberikan like dari dan untuk setiap postingan yang ada pada channel.

Satu hal yang mengalami perubahan terbesar dari BBM andalan BlackBerry ialah tampilannya yang kini terlihat semakin keren dan mudah disortir, di mana setiap menu seperti kontak, grup, dan lain sebagainya disusun berdasarkan model tab.

Hanya saja, beberapa kekurangan dari versi beta sebelumnya yang telah duluan dipublikasikan melalui BlackBerry Beta Zone kelihatannya masih belum diperbaiki pada BBM versi 8 resmi, semisal kesulitan dalam mengganti DP (bagi beberapa pengguna), dan juga aplikasi yang terkadang terasa macet-macet. Beberapa user juga meluapkan kekecewaannya melalui komentar yang ada pada BBM versi 8, dan hampir senada menyatakan bahwa aplikasi tersebut lemot atau sulit merespon perintah.
Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan BBM versi 8 sulit merespon perintah dan terkesan macet, semisal sejumlah data dari grup yang belum terpulihkan sehabis penginstalasian, sehingga sistem belum dapat berjalan secara normal, atau pada beberapa versi OS lama yang kinerjanya kurang begitu baik. Sarannya, cobalah menunggu beberapa jam atau beberapa hari. Kemungkinan perangkat Anda akan terasa sangat panas, dan ini hal yang wajar selama penyesuaian masih belum selesai secara total.
Apabila masalah masih tetap berlanjut, solusinya adalah melakukan downgrade untuk kembali pada BBM versi 7. Sejumlah pengguna memutuskan untuk melakukan downgrade dengan aplikasi BBM tak resmi yang umumnya berjenis OTA, atau offline installer, yang disesuaikan dengan OS masing-masing. Aplikasi-aplikasi demikian dapat ditemukan dengan bantuan mesin pencari Google.
Tetapi, secara pribadi penulis tidak menyarankan Anda untuk menggunakan aplikasi yang bukan dari pihak resmi BlackBerry, dan penulis juga tidak akan menyediakannya untuk Anda. Jadi, akan lebih baik bila Anda pikirkan dan putuskan sendiri, apakah akan berpindah pada versi 8 dengan resiko downgrade ke versi 7 yang tak resmi, atau tetap setia menggunakan versi 7 resmi dari BlackBerry.
Apa pun itu, ke depannya semoga BlackBerry akan tetap berupaya mengembangkan BBM, terlebih setelah aplikasi andalan tersebut kini telah berstatus multi platform, di mana para pengguna iOS serta Android juga dapat menikmatinya.

Thursday, August 1, 2013

Semua Ponsel itu Butuh Reboot



Sering kita mendengar keluhan semisal ponsel merek A itu kurang bagus, setiap hari harus di-reboot, dan sebentar-sebentar keluar logo loading. Ya, karena seringnya ponsel A butuh di-reboot, kita pun memvonis merek itu tidak bagus.

Di sini ada yang perlu diluruskan. Pada dasarnya, untuk menilai baik-buruk sebuah ponsel bukan diukur dari berapa sering ponsel itu di-reboot, dan berapa sering ponsel itu menampilkan logo loading.

Penyebab suatu ponsel itu sering di-reboot ada banyak faktor, semisal berapa kapasitas RAM atau memori penginstalan yang tersedia, dan seberapa banyak aplikasi yang terinstal. Masing-masing merek sudah pasti menyediakan beragam type ponsel dengan kualitas atau kapasitas yang berbeda, tetapi bahkan suatu ponsel dengan kapasitas besar pun tidak menjamin tidak perlu di-reboot.

Katakanlah, jika menginginkan sebuah ponsel yang tidak perlu sering di-reboot, sediakan saja biaya besar untuk memilikinya. Umumnya kapasitas RAM dari sebuah ponsel ditentukan oleh besar-kecilnya biaya yang sanggup disediakan. Tetapi, dengan RAM yang besar pun--sekali lagi--bukan berarti ponsel itu tak butuh reboot lagi. Bukan mustahil, sebuah ponsel dengan kapasitas RAM besar ternyata lebih sering harus di-reboot lagi daripada ponsel dengan RAM yang sedikit. Lah?!

Jawabannya sederhana, aplikasi yang terinstal terlampau banyak, sehingga ruang pada RAM tetap saja menjadi sesak, sementara ponsel dengan kapasitas RAM kecil justru ruangnya masih lapang, karena penggunanya tidak terlalu banyak menginstalkan aplikasi. Segalanya tergantung pemakaian.

Dewasa ini, semua smartphone tetap saja tak terhindar dari reboot. Coba saja perhatikan, kalaupun sebuah ponsel sanggup bertahan seminggu tanpa reboot, bukan berarti ponsel itu selamanya tak perlu reboot.

Seiring pemakaian--kalaupun tidak diinstalkan banyak aplikasi--segala merek ponsel masa kini kinerjanya akan semakin turun. Hanya cepat-lambat saja Anda me-reboot ponsel itu atau menunggunya hingga mengalami gangguan parah dan otomatis reboot sendiri--syukur jika ponsel tersebut sanggup melakukannya.

Soal loading pun, sebenarnya semua ponsel cerdas butuh proses loading, ketika perintah yang dilakukan menunggu antrian untuk direspon. Bedanya hanya ada atau tidaknya logo yang muncul. Praktis, logo yang muncul itu membuat kita yang melihatnya merasa kesal, sementara untuk ponsel lain yang tidak memunculkan logo, kita seolah tersihir untuk ikhlas menunggu loading itu, sekalipun--mungkin--lebih lama dan kita tak menyadarinya.

Penulis tidak ahli dalam hal ini. Tetapi, boleh percaya boleh tidak, setiap ponsel yang masih sehat setidaknya akan sanggup bertahan seminggu tanpa reboot. Syaratnya adalah pengguna harus tetap menjaga ruang pada RAM atau memori penginstalan, dengan mengurangi jumlah aplikasi yang terinstal.

Saturday, July 20, 2013

Penyebab dan Solusi BlackBerry Panas

Pernah ada yang bertanya kepada penulis, mengapa BlacBerry-nya panas sekali, padahal baru dibeli. Baterainya habis dalam dua jam! Yup, rasanya tentu menyedihkan, ketika kita baru memberi sebuah barang baru, ternyata barang itu rusak.

Apabila mungkin di antara Anda ada yang mengalami hal serupa, pada postingan kali ini penulis akan coba menjelaskan kepada Anda beberapa penyebab BB mudah panas, kemudian baterai cepat habis, serta solusinya.

Umumnya, ada empat hal yang menyebabkan BB Anda panas dan cepat lowbat.

Pertama, memori Penyimpanan Aplikasi Anda sudah penuh, seiring pemakaian beberapa hari--umumnya satu sampai tujuh hari. Ciri-cirinya, respon BB menjadi lambat. Solusinya adalah segeralah reboot dengan copot baterai atau gunakan aplikasi Advance OS and LED. Bila masalah masih berlanjut, coba uninstall beberapa aplikasi atau tema yang tak terpakai.

Kedua, bluetooth atau wi-fi dalam kondisi aktif. Solusinya sederhana, matikanlah keduanya bila sedang tak dibutuhkan.

Ketiga, terlalu banyak akun jejaring sosial yang terintegrasi dengan Umpan Sosial, sehingga BB Anda bekerja keras untuk menampilkan update dari akun-akun bersangkutan. Solusinya adalah melepas beberapa atau seluruh akun yang terintegrasi. Masuk ke Umpan Sosial, tekan lambang BB, pilih Opsi, masuk ke Aplikasi Terintegrasi, lepaskan centang-centang di dalamnya, kemudian simpan perubahan.

Keempat, BB Anda sedang dalam jaringan 3G atau 3G dan 2G. Solusinya adalah ubahlah menjadi hanya 2G. Masuk ke Opsi, Jaringan dan Koneksi, Jaringan Seluler, kemudian pilih 2G pada bagian Mode Jaringan. Bila masalah masih berlanjut, coba ganti operator lain yang lebih berkualitas.

Semoga bermanfaat!